Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Berhati-hati dengan “Salam”

Sabtu, 19 Januari 2008

Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”. Lho bagaimana bisa?


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ImageHidayatullah.com--Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.

Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut;

“Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).

Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.

Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu'alaikum menjadi "Ass" (pantat).

Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan. Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor.

Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor.

Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!”
Singkatan ala Rasulullah

Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita.

Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.

Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.

Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).

Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.

Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].

Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu'alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu'alaikum.

Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu 'alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).

Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu 'alaikum". Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]

Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi. [indra yogiswara,tinggal di Jakarta/www.hidayatullah.com]


Nasehat Imam Syafi'i

EMPAT PERKARA UNTUK SIHAT

Empat perkara menguatkan badan:
1. makan daging
2. memakai haruman
3. kerap mandi
4. berpakaian dari kapas

Empat perkara melemahkan badan:
1. banyak berkelamin (bersetubuh)
2. selalu cemas
3. banyak minum air ketika makan
4. banyak makan bahan yang masam

Empat perkara menajamkan mata:
1. duduk mengadap kiblat
2. bercelak sebelum tidur
4. berpakaian bersih

Empat perkara merosakan mata:
1. memandang najis
2. melihat orang dibunuh
3. melihat kemaluan
4. membelakangi kiblat

Empat perkara menajamkan fikiran:
1. tidak banyak berbual kosong
2. rajin bersugi (gosok gigi)
3. bercakap dengan orang soleh
4. bergaul dengan para ulama

EMPAT CARA TIDUR
1. TIDUR PARA NABI
Tidur terlentang sambil berfikir tentang
kejadian langit dan bumi.

2. TIDUR PARA ULAMA' & AHLI IBADAH
Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga
untuk solat malam.


3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA
Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan makanan
yang banyak dimakan.

4. TIDUR SYAITAN
Menelungkup / tiarap seperti tidurnya ahli
neraka.

Kalau rajin.... Tolong sebarkan maklumat ini
kepada saudara Muslim
Muslimat yang lain agar menjadi amalan kepada
kita semua. Ilmu yang
bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan
bagi orang yang
mengajarnya meskipun dia sudah mati

Penyesalan

Oleh Mohammad Salahuddin


"Lima Menit Lagi!" terdengar suara lantang dari dekat pintu kelas.

Muka Amir-pun menjadi merah, dan keringat dinginpun mulai keluar.

Sebentar-sebentarpun ia gigit pencil yang ada di gengamannya dengan sangat keras. Kertas ujiannya masih terlihat kosong. Detak jantungnyapun semakin keras, dan makin terasa ketakutan dalam dirinya bercampur dengan penyesalan yang amat sangat bahwa ia tidak belajar sungguh-sungguh untuk ujian yang sedang dilakukannya. Terbayang olehnya bahwa ia akan dihukum orang tuanya. Terkadang iapun menggigit jarinya, sampai tidak terasa lagi bahwa kukunya sudah mulai membiru karena gigitannya yang sangat keras.

Demikianlah sekilas gambaran dari seseorang yang sedang berada dalam ketakutan dan kecemasan sampai-sampai ia sendiri tidak merasakan lagi bahwa ia menggigit jarinya dengan keras.

Pernahkah kita merasa ketakutan dan penyesalan terhadap apa yang kita telah lakukan? Pernahkah kita membayangkan bahwa suatu saat akan banyak sekali orang yang menyesal dengan amat sangat dalam, sampai-sampai ia bukan hanya menggigit jari mereka tetapi sampai memasukkan kedua tangan mereka ke dalam mulut dan menggigitnya. Allah (S. W. T.) dalam Al-Qur'an berfirman:

"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. ' " (Q. S. Al-Furqan 25:27)

Bukan hanya memasukkan kedua tangan kita ke dalam mulut, saking ketakutannya detak jantung merekapun akan berdegup begitu kerasnya hingga menyumbat (menyesak) kerongkongan mereka. Allah (S. W. T.) berfirman:

"Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika (detak) jantung (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. " (Q. S. Ghafir 40:18)

Begitu banyaknya orang yang akan menyesal pada hari Kiamat nanti, sehingga Allah (S. W. T.) menyebut hari Kiamat ini sebagai "Hari Penyesalan." Allah (S. W. T.) berfirman:

"Dan berilah mereka peringatan tentang Hari Penyesalan" (Q. S. Maryam 19:39)

Kalau Amir (dalam kisah di atas) mencapai klimaks ketakutannya selama lima menit terakhir dari ujiannya. Ditambah dengan klimaks penyesalannya mungkin hanya beberapa hari atau beberapa minggu setelah ujian tersebut. Tetapi ketakutan dan penyesalan yang akan terjadi dalam hari Kiamat adalah amat sangat jauh dari hanya satu minggu, satu bulan maupun satu tahun. Rasulullah (S. A. W.) pernah berkata bahwa hari Kiamat (hari di mana kita dibangkitkan kembali sampai selesai perhitungan amal kita) adalah satu hari yang panjangnya lima puluh ribu tahun. (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ya, lima puluh ribu tahun kita nanti harus berdiri, menunggu, diselesaikan urusan di antara kita, ditimbang amalan kita, sebelum akhirnya kita dimasukan ke surga atau ke neraka. Selama lima puluh ribu tahun tersebut akan banyak sekali orang yang ketakutan dan menyesal terhadap apa yang dilakukannya. Rasullah (S. A. W.) pernah bersabda bahwa ketika kita wafat (di dalam kubur), kita akan diperlihatkan setiap pagi dan setiap petang tempat yang akan kita tempati (di akhirat nanti). Apabila kita adalah Ahli Surga (orang yang akan tinggal di surga), maka kita akan diperlihatkan tempat kita dalam surga. Apabila kita adalah Ahli Neraka (orang yang akan tinggal di neraka), maka akan diperlihatkan kepada kita tempat kita di neraka. (H. R. Bukhari)

Bisa dibayangkan bagaimana ketakutannya para calon penghuni neraka pada hari Hari Kebangkitan nanti. Mereka telah diperlihatkan tempat mereka di neraka. Mereka telah diperlihatkan bagaimana mereka nantinya dibakar dengan api yang panasnya 70 kali lipat api di dunia. Mereka telah diperlihatkan bagaimana mereka nantinya hanya bisa minum air mendidih dan nanah, yang apabila diminum hanya akan menghancur-leburkan perut mereka dan tidak menghilangkan rasa haus mereka. Mereka telah diperlihatkan bahwa makanan mereka hanyalah zaqum yang berduri, yang apabila dimakan hanya akan merobek perut mereka dan tidak akan pernah membuat kenyang.

Begitu menakutkannya hari kebangkitan ini, sampai anak kecil yang tidak memiliki dosapun akan beruban dan rambutnya menjadi putih. Allah (S. W. T.) berfirman:

"Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. " (Q. S. Al-Muzzammil 73:17)

Lalu bagaimana dengan diri kita yang pastinya telah berbuat jauh lebih banyak dosa dibandingkan dengan anak kecil? Sedangkan anak-anak kecilpun akan beruban karena dasyatnya Hari Kebangkitan ini.

Rasulullah (S. A. W.) pernah bersabda bahwa Hari Kiamat dan Hari di mana kita akan dibangkitkan kembali akan terjadi pada hari Jum'at.

Abu Hurairah melaporkan bahwa Rasulullah (S. A. W.) ditanya (oleh seseorang) tentang alasan mengapa hari Jum'at dinamakan seperti itu (Jum'at), beliau menjawab, "Karena pada hari itu bapakmu Nabi Adam diciptakan, pada hari itu akan terjadi Sa'qah (terompet pertama) dan Hari Kebangkitan (terompet kedua), pada hari itu hukuman hari kiamat akan dilakukan, dan pada tiga jam terakhir di hari itu ada waktu yang mana apabila seseorang berdo'a maka Allah akan mengabulkannya. " (H. R. Tirmidhi)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah (S. A. W.) pernah berkata, "Pada hari Jum'at setiap hewan akan mengamati sejak subuh sampai maghrib karena takut akan terjadi hari Kiamat (pada hari itu), kecuali jin dan manusia. " (H. R. Abu Dawud).

Lalu apakah hari Kiamat akan terjadi pada hari Jum'at ini? Jum'at minggu depan? Jum'at bulan depan? Ataukah tahun depan?

Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah (S. A. W.), "Kapankan akan terjadi Hari Kiamat?" Nabi (S. A. W.) balik bertanya "Apa yang telah engkau persiapkan untuknya (hari Kiamat tersebut)?"

Apakah yang telah kita persiapkan untuk Hari Kiamat tersebut?

Nabi Muhammad (S. A. W.) pernah bersabda, "Setiap hamba Allah akan tetap berdiri pada Hari Kiamat (sewaktu kita dibangkitkan) sampai ia ditanya: tentang hidupnya, dan bagaimana ia menjalaninya; tentang ilmunya, dan bagaimana ia menggunakannya; tentang hartanya, dan bagaimana ia mendapatkannya dan membelanjakannya; serta tentang tubuhnya, dan bagaimana ia menggunakannya. " (H. R. Al-Tirmidhi)

Marilah kita berintrospeksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan, ilmu apa yang telah kita amalkan, dari mana uang yang kita dapat dan bagaimana kita membelanjakannya, apa yang telah kita ucapkan, dan seterusnya dan seterusnya.

Mu'adh ibn Jabal pernah bertanya kepada Nabi Muhammad (S. A. W.), "Ya Rasulullah, apakah kita akan diminta pertangung-jawaban terhadap setiap kata yang kita ucapkan?" Ia (S. A. W.) menjawab, "'Tsakilatuka Ummuka' (ekspresi bhs. Arab), seseorang akan dilempar (dengan muka di bawah) ke dalam api neraka hanya karena apa yang diucapkannya!" (H. R. Ahmad, Tirmidhi, Ibnu Majah)

Akankah kita akan menjadi orang yang ketakutan selama lima puluh ribu tahun? Akankah kita menjadi orang yang menyesal selama-lamanya? Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang mengabaikan ancaman-ancaman tentang api neraka, sebagaimana orang-orang kafir telah mengabaikan ancaman-ancaman tersebut. Allah (S. W. T.) berfirman:

"Mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan (ancaman-ancaman) terhadap mereka sebagai olok-olokkan. " (Q. S. Al-Kahfi 18:56)

Tekad Baja

Seorang mahasiswa yang berasal dari salah satu Negara islam belajar di Barat,tepatnya di London,inggris. Ditempat itu, ia tinggal bersama keluarga inggris yang kafir untuk belajar bahasa.Ia seorang yang taat kepada agamanya,selalu bangun menjelang fajar untuk pergi ke tempat air dan berwudhu.Air disana,karena berpengaruh cuaca,sangat dingin.Setelah itu di pergi ketempat shalatnya,untuk bersujud dan ruku’,bertasbih dan bertahmid kepada Rabb-Nya.Dalam keluaraga itu terdapat seorang nenek tua yang selalu memperhatikan apa yang dikerjakan oleh mahasiswa ini.Setelah beberapa hari,nenek itu bertanya,”Apa yang engkau lakukan?”

Mahasiswa itu menjawab,” Agamaku memerintahkanku untuk melakukan ini.”

Sinenek itu bertanya lagi,”Mengapa tidak kau tunda waktunya untuk beberapa saat agar anda bisa lebih menikmati tidurmu...?”

Mahasiswa itu menjawab,”Tapi Rabb-Ku tidak akan menerima jika aku menangguhkan waktu shalat dari waktu yang telah ditentukan.”

Si nenek pun menganggukkan kepalanya dan berkomentar ,”SEBUAH TEKAD YANG MAMPU MENGHANCURKAN BESI BAJA.”

(Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah)

QS;An-Nur ;36

Saudaraku…

Kekuatan yang dilakukan oleh mahasiswa diatas adalah tekad yang berawal dari keimanan,kekuatan yang berasal dari keyakinan,dan daya yang bersumber dari Tauhid (benar-benar yakin)

Mungkin anda memiliki sebuah keinginan untuk melakukan sesuatu hal hari ini,apakah menyatakan resign dari tempat anda berkerja karena anda ingin menjadi seorang pengusaha,anda ingin menjadi manajer baru dan ingin mempromosikan diri kepada HRD,atau anda mungkin ingin melamar anak direktur ditempat perusahaan anda bekerja saat ini,ingin menjual dan menawarkan product baru dari perusahan anda kepada customer dan sebagai nya….

Akan tetapi tidak semua dari keinginan anda berjalan dengan harapan dan impian anda,bukan karena kurang nya ikhtiar dan usaha yang anda lakukan akan tetapi berhenti sebelum peluit berakhir.saat anda ingin menyatakan keluar dari perusahaan untuk menjadi pengusaha dan boss bagi diri anda sendiri,anda merenung dan berfikir apakah mungkin di usia ku 40 ini masih sanggup untuk memulai bisnis baru..?kesempatan untuk menjadi boss hilang hanya karena penolakan dalam diri sebelum dikerjakan.

Ingin menjual dan menawarkan produk baru kepada costumer,barang anda tidak laku karena anda melihat produk yang akan anda tawarkan telah banyak dipasar dan keinginan menjual nya pun hilang…

Saudaraku…

Tekad yang kuat lah yang menjadikan lampu pijar menyinari kegelapan dunia,tekad yang membajalah menghiasi dunia dengan hiburan walt dinsney,tekad yang penuh kayakinan manusia mampu melayangkan besi diudara,mengapungka n besi dilautan.takad yang membara dalam diri saudara-saudara kita diaceh tetap berjuang untuk mencari family nya yang hilang hingga detik ini walau tsunami sudah berlalu dua tahun lamanya…

Tanyakan kembali kepada diri anda…sekuat manakah tekad anda untuk memperoleh impian yang anda inginkan…?

DO IT NOW OR NEVER FOREVER…!

Kutipan Dari : Rahmadsyah (Mailing List Ruhul Islam)

Jangan Berputus Asa

Setiap individu baik remaja, dewasa atau orang tua, sudah semestinya pernah menghadapi masalah dalam hidup. Kata orang hidup tanpa masalah bukan hidup namanya. Berlegar dari masalah yang paling besar hinggalah masalah yang paling kecil, semuanya tetap dinamakan masalah. Cuma masalah yang dihadapi oleh seseorang itu berbeza. Bagaimana cara untuk mengatasinya juga adalah juga satu masalah. Namun hakikatnya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Biasanya sebelum masalah itu selesai kita akan berasa sangat tertekan, hampir putus asa kerana tidak tahan menghadapinya.

Antara masalah yang wujud di persekitaran kita ialah masalah kemiskinan, kehilangan orang tersayang, masalah cinta, pertengkaran dengan ibu bapa, corot dalam peperiksaan serta beribu-ribu masalah lagi. Masalah juga boleh menyumbang kepada masalah yang lain, contohnya masalah remaja yang tidak tahan dengan leteran ibu bapanya boleh membawa remaja itu kepada masalah lepak, pergaulan bebas, dirogol, diculik dan juga mungkin dibunuh. Masalah yang kecil apabila tidak ditangani dengan baik boleh membawa kepada mudarat yang amat besar.

Setiap hari kita tidak akan terlepas dilanda dengan masalah, sekiranya bukan kita yang bermasalah, orang lain pula yang mendatangkan masalah. Oleh itu kita perlu bersedia menghadapi permasalahan tersebut dan cuba mencari kaedah untuk mengatasinya. Mari kita renung sejenak apa sebenarnya maksud setiap masalah itu, kaedah untuk mengatasinya serta panduan menghadapi masalah dengan tenang.

UJIAN IMAN

Masalah sebenarnya adalah ujian Allah kepada kita untuk mengukur sejauh mana tahap keimanan dan ketakwaan kita terhadap-Nya. Sebab sebagai manusia kita sering terlupa serta lalai dengan tanggungjawab kita sebagai hamba Allah apabila hidup kita sentiasa dilimpahi kesenangan dan kemewahan. Lebih-lebih lagi ketika usia remaja, hidup penuh dengan keseronokan dan sentiasa ingin mencuba sesuatu yang baru walaupun perkara itu jelas haram di sisi agama dan menyalahi undang-undang dunia, contohnya mengambil dadah dan hanyut dengan maksiat, dengan adanya ujian seperti ini, ia akan kembali mengingati apakah hidup kita selama ini mengikuti peraturan atau landasan yang telah ditetapkan oleh Allah ataupun telah jauh menyimpang.

Setiap masalah, kesukaran, kesakitan dan apa jua yang menyeksa jiwa adalah merupakan ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana iman kita. Iman perlu kepada ujian. Ini jelas sebagaimana maksud firman Allah :

“Adakah manusia itu menyangka bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” (Al-Ankabut: 2 - 3)

DARJAT DI SISI ALLAH

Ujian atau dugaan yang datang adalah dari Allah, sama ada ujian itu sebagai ‘kifarah’ dosa yang telah kita lakukan atau untuk mengangkat darjat kita di sisi-Nya. Allah juga tidak menduga hamba-hamba-Nya tanpa mengambil kira kesanggupannya atau keupayaan mereka untuk menghadapinya, ujian dan dugaan yang diturunkan Allah kepada hambanya adalah seiring dengan keupayaan individu itu untuk menyelesaikan masalahnya. Ini bersesuaian dengan firman Allah yang bermaksud:

“Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. (Al-Baqarah: 286)

Oleh itu sekiranya kita berhadapan dengan masalah, cubalah bawa bertenang, bersabar dan tetapkan dalam minda bahawa kita sedang diuji oleh Allah, orang yang melepasi ujian itu adalah orang yang berjaya dan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan Syurga untuk mereka.” (At-Taubah: 111)

CARA MENGATASI MASALAH

1. Sandarkan Harapan Pada Allah

Setiap ujian yang datang sebenarnya mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Yakinlah bahawa setiap kesusahan yang kita tempuhi pasti akan diganti dengan kesenangan. Ini bersesuaian dengan firman Allah dalam surah Al-Insyirah ayat 1-8 yang antara lain maksudnya “ …Sesungguhnya selepas kesulitan itu pasti ada kemudahan….”

“Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.” (At-Taubah: 129)

2. Minta Pertolongan Dari Allah

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan yang sabar dan dengan mengerjakan solat; dan sesungguhnya solat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.” (Al-Baqarah: 45)

3. Jangan Sedih dan Kecewa

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali-Imran:139)

Yakinlah dengan janji Allah itu dan jangan cepat putus asa dengan masalah yang dihadapi sebaliknya tingkatkan usaha dan kuatkan semangat untuk mengatasinya, lihat maksud firman Allah di bawah:

“ …dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir” (Yusuf : 12)

4. Luahkan masalah tersebut pada teman-teman yang dipercayai, walaupun dia mungkin tidak dapat membantu, tetapi sekurang-kurangnya ia dapat meringankan beban yang kamu tanggung.

5. Bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain, mungkin masalah orang lebih besar dari masalah kita, perkara ini juga boleh membuatkan kita lebih tenang ketika menyelesaikan masalah.

PENUTUP

Ujian yang datang juga tandanya Allah sayangkan kita. Jadi ambillah masa untuk menilai diri dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dalam apa jua yang kita lakukan. Lakukanlah untuk mencari redha Allah. Fikir dengan positif bahawa setiap dugaan datang dari Allah dan pasti ada hikmah yang tersendiri.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Nasehat Memilih Istri

Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!

Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata bahwa cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi?! Mereka pun mungkin akan bilang bahwa haditsnya shahih lho! Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat!

Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!

***

Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat di zaman ini adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak di zaman ini adalah yang sanggup hidup kaya. Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.

Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan.

***

Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka bisa menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah.

Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya.

Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?!

***

Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah.

Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah.

Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.
Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersama suaminya.
Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.

Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya.

***

Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata.

Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,
karena yang cantik seperti bintang di langit.
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan,
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.

Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.
Di dalam cangkangnya dia senang berada,
menjaga diri dan tak mudah digoda.

Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.

***

"Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

-Mutiara-
yang berusaha menjadi seberharga namanya… posted by Mutiara Suamiku @ Tuesday, December 26, 2006

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Selamat Datang - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger