Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia
melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.
Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: "Aku tidak
mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk
ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Pria
berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?
Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami
tak ingin masuk.

Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, katapria itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata pria itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia
bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.


Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika.

Rabu, 22 Februari 2006

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.

Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

Sang pendeta pun mulai bertanya,
  1. satu yang tiada duanya
  2. dua yang tiada tiganya
  3. tiga yang tiada empatnya
  4. empat yang tiada limanya
  5. lima yang tiada enamnya
  6. enam yang tiada tujuhnya
  7. tujuh yang tiada delapannya
  8. delapan yang tiada sembilannya
  9. sembilan yang tiada sepuluhnya
  10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh
  11. sebelas yang tiada dua belasnya
  12. dua belas yang tiada tiga belasnya
  13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya
  14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
  15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
  17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
  18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
  20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
  21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
  22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca basmalah ia berkata,
  1. yang tiada duanya ialah Allah SWT.
  2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."(Al-Isra': 12).
  3. yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
  4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
  5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
  6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
  7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
  8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
  9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf
  12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
  13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
  14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing. "(At-Takwir: 18).
  15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang"
  17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara eledai." (Luqman: 19).
  18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
  19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (AlAnbiya': )
  20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
  21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
  22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.

Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "

Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.

" Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."

Sang pendeta pun berkata,
"Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.
Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..
Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya..

Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir..amien


Jangan putuskan e mail ini... please forward

Anne: From Devoted Christian to Devoted Muslim

Written by tami
Kamis, 03 Mei 2007
Aku tumbuh dalam keluarga Kristen yang taat. Pada saat itu, orang-orang Amerika lebih taat dari pada mereka yang sekarang -sebagai contoh, kebanyakan keluarga pada saat itu pergi ke gereja tiap Minggu. Orang tuaku aktif dalam komunitas gereja. Kami sering mengundang pendeta ke rumah. Ibuku mengajar di sekolah Minggu, dan aku membantunya. Aku mungkin terlihat lebih taat daripada anak-anak lainnya. Pada salah satu ulang tahun, bibiku memberikanku sebuah Bible dan memberikan saudariku sebuah boneka. Pada saat yang lain, aku minta buku doa kepada orang tuaku, dan aku membacanya setiap hari selama bertahun-tahun.

Ketika aku di middle school (setara SMP -pent), aku menghadiri program studi Bible selama dua tahun. Ketika itu, aku telah membaca sebagian dari Bible, tetapi tidak terlalu mengerti dengan baik. Saat itu adalah kesempatanku untuk belajar.

Kami mempelajari banyak ayat-ayat di Kitab perjanjian lama & baru yang menurutku tidak dapat dijelaskan dan ganjil. Sebagai contoh, Bible mengajarkan ide "Original Sin", yang berarti manusia semua lahir dalam keadaan berdosa. Aku mempunyai adik bayi, dan aku tahu bahwa bayi-bayi itu tidak berdosa.

Bible memiliki cerita-cerita tentang Nabi Abraham (Ibrahim -pent) dan David (Dawud -pent) yang sangat aneh. Aku tidak dapat mengerti bagaimana Nabi-nabi dapat bertindak sebagaimana Bible ceritakan.

Ada sangat banyak hal lain yang membingunganku tentang Bible, tetapi aku tidak bertanya. Aku takut untuk bertanya -aku mau dikenal sebagai "anak baik". Alhamdulillah, ada seorang anak laki-laki yang bertanya, dan terus bertanya.

Masalah paling kritis adalah tentang ide Trinitas. Aku tidak dapat mengerti. Bagaimana bisa Tuhan memiliki tiga bagian, yang salah satunya manusia? Karena aku pernah mempelajari mitos Yunani dan Roma di sekolah, aku berpikir bahwa ide Trinitas dan orang suci yang sakti sangat similar dengan ide Yunani dan Roma yang memiliki banyak -yang mereka sebut- dewa yang bertanggung jawab atas aspek-aspek berbeda dalam hidup. (Astaghfirullah!)

Anak laki-laki tadi bertanya banyak pertanyaan tentang Trinitas, menerima banyak jawaban, namun tidak pernah puas. Begitu pula aku. Pada akhirnya, guru kami, seorang Profesor Theology dari Universitas Michigan, menyuruhnya berdoa untuk diberikan keimanan (akan Trinitas -pent).


Aku pun berdoa.

Ketika aku di high school (setara SMU -pent), diam-diam aku berkeinginan menjadi biarawati. Aku tertarik kepada pola ibadah beberapa kali perhari, kepada hidup yang seluruhnya terabdikan kepada Tuhan, dan kepada cara berpakaian yang menunjukkan gaya hidup agamaku.

Namun, hambatan untuk keinginan ini adalah bahwa aku bukan Katolik. Aku tinggal di kota di mana orang-orang Katolik adalah kaum minoritas, tidak popular dan berbeda!

Di kampus, aku terus berpikir dan berdoa. Mahasiswa-mahasiswa sering bicara tentang agama, dan aku mendengar banyak ide-ide berbeda. Seperti layaknya Yusuf Islam, aku belajar -yang mereka sebut- agama dari Timur: Buddha, Confucianism (Kong Hu Cu), dan Hindu. Tidak membantu.

Aku bertemu seorang muslim dari Libya, yang memberitahuku sedikit tentang Islam dan Kitab Suci Al Qur'an. Dia berkata padaku bahwa Islam adalah agama modern, paling up-to-date yang telah diturunkan. Karena dalam pikiranku saat itu Afrika dan Timur Tengah adalah tempat yang terbelakang, aku tidak dapat melihat Islam sebagai agama yang modern.

Keluargaku membawa muslim Libya ini ke sebuah misa Natal. Misa tersebut sangat indah, tetapi di akhir acara, dia bertanya, "Siapa yang telah membuat prosedur-prosedur ini? Siapa yang mengajarkanmu kapan harus berdiri, menunduk, dan berlutut? Siapa yang mengajarkanmu cara berdoa?"

Aku menceritakan kepadanya tentang awal sejarah gereja, namun pertanyaannya membuatku marah di awal, dan kemudian membuatku berpikir.

Apakah orang-orang yang telah membentuk misa benar-benar berkualifikasi untuk melakukannya? Bagaimana mereka tahu ibadah itu harus seperti apa? Apakah mereka memiliki instruksi dari Tuhan?

Aku sadar kalau aku tidak percaya kepada banyak ajaran-ajaran Kristen, tetapi terus menghadiri gereja. Ketika jemaat membaca ayat-ayat yang aku percaya sebagai hinaan kepada Tuhan, seperti Nicene Creed, aku diam -Aku tidak membacanya. Aku merasa seperti alien di gereja, seperti orang asing.

Sebuah sensasi! Seseorang yang sangat dekat denganku, karena memiliki masalah rumah tangga ia mendatangi gereja untuk mencari jalan keluar. Mengambil kesempatan dari kesedihannya, ia dibawa ke sebuah motel lalu diperkosa.

Hingga saat itu, aku belum pernah berpikir secara mendalam peran dari seorang pendeta dalam kehidupan seorang Kristen. Sejak saat itu aku harus. Kebanyakan pemeluk Kristen percaya bahwa pengampunan datang melalui layanan "Komunitas Suci", dan layanan tersebut harus dilaksanakan oleh rahib atau pendeta terpilih. Tanpa pendeta, tidak ada pengampunan.

Aku pergi ke gereja lagi, lalu duduk dan melihat pendeta-pendeta di depan. Mereka tidak lebih baik daripada jemaat-beberapa di antara mereka bahkan lebih buruk. Bagaimana mungkin perantaraan seseorang, yang manusia biasa, diperlukan untuk berhubungan dengaan Tuhan? Kenapa aku tidak bisa berhubungan dengan Tuhan secara langsung, dan menerima pengampunanNya tanpa perantara?

Tidak berapa lama kemudian, aku menemukan terjemah Qur'an di sebuah toko buku, membelinya dan mulai membacanya. Aku membacanya selama delapan tahun. Dalam masa itu pula aku meneliti agama-agama lain.

Semakin dewasa aku semakin menyadari dan takut akan dosa-dosaku. Bagaimana aku tahu bahwa Tuhan akan memaafkanku? Aku sudah tidak percaya lagi jalan Kristen untuk memperoleh pengampunan akan berhasil. Dosa-dosaku terasa sangat berat, dan aku tidak tahu bagaimana cara terlepas dari beban tersebut. Aku mencari pengampunan.

Aku baca di dalam Qur'an,

"..Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani'. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). seraya berkata: 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur'an dan kenabian Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa Sallam.) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?"

(Al Maaidah: 82-84)

Aku mulai berharap bahwa Islam punya jawabannya. Bagaimana supaya aku bisa tahu dengan yakin?

Aku melihat muslim-muslim beribadah di berita TV, dan aku tahu mereka memiliki cara khusus untuk itu. Aku menemukan sebuah buku (ditulis oleh non-muslim) yang menjabarkannya, lalu aku mencoba melakukannya sendiri.. (saat itu aku tidak tahu Thaharah -bersuci, pent- dan tidak sholat dengan benar). Begitulah aku sholat, sembunyi-sembunyi dan sendiri, selama beberapa tahun.

Pada akhirnya, delapan tahun setelah aku membeli Qur'anku yang pertama, aku baca:
"..Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.." (Al Maaidah: 3)

Aku menangis bahagia, karena aku tahu bahwa, sejak dahulu kala, sebelum Bumi diciptakan, Allah telah menulis Qur'an ini untukku. Allah telah tahu bahwa Anne Collins, di Cheektogawa, NY, USA, akan membaca ayat Qur'an ini pada bulan May tahun 1986, dan akan terselamatkan.

Saat itu aku tahu bahwa banyak hal yang harus aku pelajari, misalnya bagaimana cara sholat dengan benar, yang mana Qur'an tidak menjelaskannya dengan detail. Masalahnya adalah aku tidak kenal dengan seorang muslim pun.

Muslim lebih banyak terlihat di US sekarang dibanding saat itu. Aku tidak tahu di mana bisa bertemu mereka. Aku menemukan nomor telepon Islamic Society dan menghubunginya, namun ketika seseorang mengangkatnya, aku panik dan menutup teleponku. Apa yang harus kukatakan? Bagaimana mereka akan menjawabku? apa mereka akan curiga? Bagaimana mereka mau menerimaku, sementara mereka saling telah memiliki satu sama lain dan telah memiliki Islam?

Dalam beberapa bulan selanjutnya, aku mencoba menelepon masjid beberapa kali, dan setiap kalinya aku menjadi panik dan menutup teleponku.

Pada akhirnya, aku melakukan tindakan pengecut: Aku menulis surat untuk meminta diberikan informasi. Seorang pria muslim yang baik dan sabar menelponku, dan mulai mengirimiku pamflet tentang Islam. Aku katakan padanya bahwa aku ingin menjadi seorang Muslim, tetapi ia berkata padaku, "Tunggu sampai kamu yakin". Aku merasa sedih ketika ia menyuruhku untuk menunggu, tetapi aku tahu dia benar bahwa aku harus yakin, karena sekali aku telah menerima Islam, semuanya tidak akan sama lagi.

Aku menjadi terobsesi dengan Islam. Aku memikirkannya siang dan malam. Aku menyetir mobilku ke masjid (pada saat itu, di dalam sebuah rumah tua) dan berputar berkali-kali, berharap melihat seorang muslim, dan bertanya-tanya dalam diriku sendiri seperti apa di dalam masjid itu.

Pada akhirnya, suatu hari di awal November 1986, ketika aku sibuk di dapur, tiba-tiba aku sadar bahwa aku adalah seorang muslim. Masih bertindak pengecut, aku mengirim surat ke masjid. Isinya, "I believe in Allah, the One True God, I believe that Muhammad was his Messenger, and I want to be counted among the witnesses (Aku percaya kepada Allah, Tuhan Yang Satu dan Benar, aku percaya bahwa Muhammad adalah utusanNya, dan aku ingin dimasukkan ke dalam orang-orang yang menjadi saksi)"

Keesokkan harinya, pria muslim itu meneleponku lalu aku mengucapkan syahadahku di telepon kepadanya. Ia mengatakan bahwa saat itu Allah telah mengampuni semua dosaku, dan bahwa aku suci seperti bayi yang baru lahir.

Aku merasa beban dosa jatuh dari bahuku, dan aku menangis bahagia. Aku tidur sedikit malam itu, dan mengulang-ulang nama Allah. Ampunan telah diberikan. Alhamdulillah.

Diterjemahkan dari Islamway.com dengan diedit tanpa mengubah esensi. Text asli dapat dilihat di link tersebut.

Kisah Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Oleh Allah

Hudzaifah.org - Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, "Sesuatu apakah yang engkau minta?"

Si Belang menjawab, "Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya."

Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Onta."

Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, "Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini."


Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, "Apakah yang paling engkau sukai?"

Si Botak menjawab, "Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia."

Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Sapi."

Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, "Semoga Allah memberkahinya untukmu."

Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, "Apa yang paling engkau sukai?"

Si Buta menjawab, "Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia."

Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan padangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, "Harta apa yang paling engkau sukai?"

Orang itu menjawab, "Kambing."

Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.


Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian sang malaikat - dengan wujud berbeda dengan sebelumnya - mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, "Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini."

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, "Hak-hak orang masih banyak."

Lalu malaikat bertanya kepadanya, "Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga faqir, kemudian Anda diberi oleh Allah?"

Orang itu menjawab, "Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku."

Maka malaikat berkata kepadanya, "Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula."


Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, "Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula."


Lalu malaikat - dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya - mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, "Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya."

Maka si Buta menanggapinya, "Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah."

Lalu malaikat berkata kepadanya, "Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu."


Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya. Dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan/penampilan fisik dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muroqobatullah).

Semoga Allah senantiasa ridho kepada kita dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin. (h)

KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKAN BABI

Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah S.W.T Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.
Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?".
Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan.

Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.
Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh kehairanan.

Bai itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik.
Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.

"Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodohrupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menajdi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya.

"Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi.
Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."

Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibubapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga."
Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.

Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.
Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah S.W.T.
Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.

Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya kedua ibubapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah.
Untuk mengetahui lebih mendalam kisah alam akhirat sila dapatkan buku terbitan syarikat Nurulhas yang berjudul: BILA IZRAIL A.S. DATANG MEMANGGIL

Rasulullah dan Pengemis Buta Yahudi

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

RASULULLAH S.A.W. DAN UANG 8 DIRHAm

Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru.

Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian."

Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hanba-Nya, selama ia menolong saudaranya."

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Selamat Datang - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger